Sabtu, 30 April 2011

KASUS TIDAK KONSISTENNYA PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA

   Orang dapat menganggap lain atas istilah krisis penegakan hukum itu dan memberi tekanan pada faktor-faktor yang telah menentukan isi sesungguhnya dari hukum. Namun untuk mencapai supremasi hukum yang kita harapkan bukan faktor hukumnya saja, namun faktor aparat penegak hukum juga sangat berpengaruh dalam mewujudkan supremasi hukum walaupun tidak itu saja. Orang mulai tidak percaya terhadap hukum dan proses hukum ketika hukum itu sendiri masih belum dapat memberikan keadilan dan perlindungan bagi masyarakat. Pengadilan sebagai institusi pencari keadilan sampai saat ini belum dapat memberikan rasa puas bagi masyaralat bawah. Buktinya para koruptor milyaran bahkan triliunan rupiah masih berkeliaran dialam bebas, bolak-balik keluar negeri, hiburan kemana saja bisa dilakukan. Padahal mereka jelas-jelas mengambil uang negara. Bahkan ada yang sudah di putus dengan hukuman penjara pun masih bisa melakukan aktivitas sehari-harinya. Sedangkan kalau kita lihat ke bawah pencuri, jambret, perampok kecil-kecilan yang terpaksa mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidupnya harus dihajar dan dianiaya dalam proses penyidikan dikepolisian. Dan memang ini adalah merupakan kejahatan dan melanggar hukum, tetapi kalau dibandingkan dengan para koruptor (penjahat kera putih) yang hanya dapat dilakukan orang yang notabene mempunyai kekuasaan dapat begitu saja lepas dari jeratan hukum. Dan ini adalah faktor aparat penegak hukumnya yang belum mampu menegakan supremasi hukum. Kepolisian sebagai aparat yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan mempunyai tugas sebagai pelindung, pengayom, dan panutan masyarakat menjadi tugas yang disampingkannya. Polisi ditingkat sektor terutama, dengan uang tebusan dari keluarga seorang penjahat atau yang sudah mempunyai status tersangka bisa keluar dan tidak diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, padahal sebenarnya sudah sangat jalas didalam KUHAP, yang nota bene hukum produk manusia ini menekankan bahwa perkara pidana adalah perkara yang tidak mengenal Winwin solution , seperti dalam perkara perdata. Dalam contoh di atas membuktikan ketidak profesional atau polisi yang hanya mencari uang lewat pemerasan saja. Bukti tersebut banyak sekali penulis dapat memberikan fakta. Kasus serupa tidak hanya dilakukan oleh pihak kepolisian saja tetapi di tingkat pengadilan pun ada, seperti dalam kasus asuransi jiwa manulaif, ketidak profesionalan polisi dan hakim ini disebabkan karena moral dan pendidikannya yang tidak baik. Kesalahan moral tidak seperti kesalahan seperti salah tendang dalam permainan sepak bola atau salah tamplek dalam bulu tangkis tetapi kesalahan moral adalah kesalahan dari hati yang paling dalam/luhur dan di pertanggung jawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memanglah sulit untuk mencari orang yang mempunyai moral yang baik sekarang ini, mungkin disebabkan kerena keadaan ekonominya, tetapi ada gagasan yang mengatakan bahwa moral akan terbentuk dengan berdasarkan Agama sebagi keyakinan bukan Ilmu, jadi berprilaku secara agama dan berfikir secara ilmu, dari segi pendidikan para aparat penegak hukum sekarang ini juga belum menunjukkan kepintarannya, ada juga yng mempunyai gagasan bahwa untuk memperbaiki aparat penegak hukum di Indonesia khususnya hakin dan jaksa, perlulah bangsa ini mempunyai lembaga/ konstitusi yang jelas berdasarkan aturan yang jelas pula. Kekecewaan atau ketidakpuasan pencari keadilan dapat kita lihat dalam setiap kasus yang masuk dan diproses didalam pengadilan (kasus Perdata) atau banyaknya para pihak yang berperkara di pengadilan yang setelah diputus oleh hakim pengadilan tingkat pertama, melakukan upaya hukum, (banding, kasasi, peninjauan kembali) ini membuktikan bahwa setiap keputusan di pengadilan belum dapat memberikan rasa adil dan puas. Dan walaupun memang setiap orang berhak untuk melakukan upaya hukum sesuai peraturan yang berlaku.

CONTOH KASUS : 
 Koruptor vs Maling Ayam

Maling Ayam Koruptor
Ketika ditangkap Digebuki, dibal-bal, diludahi dan dimaki-maki sebelum sampai kantor polisi Didiskusikan, dipertimbangkan, memakai asas praduga tak bersalah..ditarik-ulur, diutak-atik, dikunyah-kunyah, dan akhirnya koruptor senyam-senyum di depan kamera televisi, diantar atau dijemput dengan pakaian rapi ke kantor polisi.
Nilai Kerugian Kira-kira 15 ribu perkilo, lalu dijual cepat di pasar gelap menjadi 12 ribu perkilo. Kalau tak dijual, biasanya jadi tambul tuak di posko-posko liar Bisa mencapai milyaran rupiah tergantung apakah korupsinya di kantor lurah, camat, bupati, gubernur, BI,  atau kantor pajak
Status dan perilaku sosial Pengangguran, berandalan, putus sekolah, orang kepepet, dan orang-orang tidak penting yang hidup seperti parasit sosial Biasanya berasal dari kalangan terpandang, feodal modern dan jago berkawan. Dalam sosoknya sehari-hari mereka sering dikenal sebagai orang yang lebih dermawan dari orang jujur. Suka menyumbang berbagai acara mulai hajatan kecil di kampung, majelis pengajian, pesta perkawinan, acara OKP tertentu, tokoh agama, hingga sumbangan dalam jumlah besar untuk tokoh-tokoh yang punya kekuatan politik.
Respon publik atas pelaku Tentu tidak akan ada yang membela kalau orang macam ini tertangkap. Pokoknya masyarakat akan berterimakasih pada siapapun yang mau repot-repot menghajar begundal kecil macam ini. Karena koruptor biasanya terkait dengan jabatan penting maka opini publik biasanya terbelah dua: antara yang ketiban rezeki (begitu secara kurang ajar mereka menyebutnya) dengan kalangan oposisi dari berbagi motif. Bagi yang membela tersangka, biasanya mereka akan melakukan cara-cara tradisional seperti bikin gerakan masyarakat anu mendukung tersangka anu (tapi tak sampai mau ikut masuk penjara), bikin facebooker pendukung bapak anu mumpung cara ini lagi ngetren, membuat forum zikir bersama, hingga sembahyang ghaib buat si tersangka. Pokoknya seperti tindakan mengusir setan dengan ayat-ayat suci. Cukup aneh memang.
Perlakuan aparat penegak hukum Agak sepet dan malas menanganinya. Bisa-bisa tekanan darah penyidik langsung naik dua strip saat membaca file sangkaan atas perbuatan pencurian ini. Bikin repot aja! Sangat berhati-hati dalam memutuskan status dan sangkaan atas perbuatan korupsi. Semuanya harus lengkap biar bisa P21 oleh kejaksaan. Perlu izin penangkapan dari atasan tersangka. Perlu bukti-bukti super kuat dan otentik. Perlu pertemuan-pertemuan khusus. Masalahnya makin rumit karena korupsi itu sifatnya selalu berjamaah sebab sulit sekali melakukannya sendirian seperti maling ayam di malam gulita.
Upaya pembelaan Kalau sudah tertangkap, sulit membela diri.Biasanya tertangkap tangan sih. Semakin banyak omong, bisa-bisa semakin berat hukumannya. Bikin konferensi pers, menuduh adanya konspirasi, mengelak dari segala tuduhan, mengumpulkan para pendukungnya yang loyal, membayar pengacara termahal, menggunakan kekuasaan untuk pencitraan, dan kalau perlu..lemparkan kesalahan pada pihak lain yang siap dibuat tumbal.
Jenis lawyer yang mendampingi Kadang didampingi pengacara pro bono dari negara tapi banyak juga yang tidak didampingi sama sekali. Segudang pengacara top siap mengantri, tergantung kesepakatan ongkosnya. Ada juga pengacara gratis yang menyodorkan diri untuk sekedar mengangkat nama dan mengukir prestasi
Sikap keluarga terdekat Malu sekali. Kalau perlu, mengaku tidak kenal sama pelaku. Mendukung habis. Bukankah hasilnya dinikmati bersama? Terbayang jalan-jalan shopping bareng ke luar negeri, naik Mercy ke mana-mana dan dapat perlakuan istimewa di kelas-kelas eksekutif.
Jenis penjara Sel Polsek yang sempit dan pengap Ruangan penjara terbaik.

Sehabis membaca tulisan ini, di dalam hati, segala sumpah serapah dari segala macam isi kebun binatang tak kuasa dibendung, namun di sisi lain tak kuasa juga mencegah senyuman. Senyuman yang getir dan mungkin tawa tanda putus asa. Semua bentuk kelakuan yang ditulis dalam tulisan di atas terpampang jelas di televisi dan media cetak, betapa hukum memang tidak adil, betapa hukum memang tidak konsisten. Orang miskin ditahan hanya karena mencuri semangka, mengambil sisa daging milik majikan, bahkan terpaksa mendekam di penjara karena mengambil batu bata di lokasi tanahnya sendiri(?), sedangkan para koruptor?? 

MARI KITA BERDOA BERSAMA-SAMA, AGAR PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA SEGERA MEMBAIK DAN PARA KORUPTOR DI JERAT DENGAN HUKUMAN YANG SETIMPAL. Maju terus Pemberantasan Korupsi dan Musnahkan para Mafia Hukum dan Pajak. Rakyat memang putus asa namun selalu menyimpan kekuatan besar untuk mendukung kalian yang benar-benar ingin memajukan Indonesia!


Sumber : http://lakulintang.wordpress.com/2011/02/07/elegi-maling-ayam/

Jumat, 29 April 2011

JENIS-JENIS PHOBIA DAN PENJELASAN

Phobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal ataufenomena. Phobia biasanya terjadi karena pernah mengalami peristiwa kurang menyenangkan terhadap benda atau sesuatu hal yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar, bisa jg pristiwa traumatis di masa kecil menjadi penyebab terjadinya phobia. Phobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Phobia sulit dimengerti, lucu, ataupun aneh. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya.

Ada 3 Macam Golongan Phobia yaitu : 

  1. agoraphobia, yaitu adalah rasa takut yang muncul ketika berada di tempat yang ramai dan penuh orang. Ia akan cenderung mencari jalan keluar dan mencari tempat yang sepi. 
  2. Social phobia, di mana rasa takut bertemu dengan orang, dan berusaha sebisa mungkin menghindari pertemuan dengan orang lain.
  3. Spesific phobia, sebuah ketakutan akan suatu objek atau situasi, misal: takut air, takut akan hewan.

 Jenis-jenis phobia:
  1. Acerbophobia: Ketakutan pada asam. 
  2. Acousticophobia: Ketakutan pada suara.
  3. Acrophobia / Hypsophobia: Ketakutan pada tempat yang tinggi.
  4. Aerophobia / Anemophobia: Ketakutan serta panik apabila kulit mereka terkena aliran udara.
  5. Agoraphobia / Kenophobia: Ketakutan pada ruang yang kosong atau terbuka.
  6. Agyophobia: Ketakutan akan jalan yang ramai dan cenderung takut untuk menyeberang.
  7. Allodoxaphobia: Takut pada pendapat.
  8. Amatophobia: Ketakutan pada debu.
  9. Amaxophobia: Ketakutan berkendaraan
  10. Amychophobia: Ketakutan apabila dirinya disiksa atau mengalami luka / kecelakaan.
  11. Androphobia: Androphobia dijumpai pada wanita, yaitu ketakutan pada laki-laki.
  12. Anemophobia: Takut pada pergerakan udara atau angin.
  13. Anthophobia: Ketakutan terhadap bunga.
  14. Anthrophobia / Sociophobia: Ketakutan pada masyarakat atau orang secara umum.
  15. Antlophobia: Ketakutan pada sungai, banjir atau air yang mengalir.
  16. Apeirophobia: Ketakutan pada hal-hal yang tak terbatas, misalnya: sumur, langit, laut, dll.
  17. Apiphobia / Melissophobia: Ketakutan pada binatang yang menyengat.
  18. Arachnephobia: Ketakutan pada laba-laba.
  19. Asthenophobia: Ketakutan menjadi lemah.
  20. Astrophobia: Ketakutan pada langit dan angkasa.
  21. Ataxophobia: Takut pada kekacauan atau ketidakrapian.
  22. Atephobia: Takut tinggal di pegunungan atau dirumah bertingkat karena dibayangi oleh ketakutan akan reruntuhan.
  23. Auroraphobia: Ketakutan pada aurora atau cahaya utara, yaitu suatu fenomena alam yang hanya tampak di daerah belahan utara bumi.
  24. Automanophobia: Takut pada suara perut, makhluk animasi, patung lilin, segala sesuatu yang secara salah merepresentasikan makhluk yang memiliki persepsi.
  25. Autophobia: Ketakutan pada diri sendiri.
  26. Bacilliophobia / Microphobia: Ketakutan akan baksil atau kuman.
  27. Ballistophobia: Ketakutan terhadap proyektil, misalnya peluru kendali, roket, mortir atau meriam.
  28. Basophobia / Stasiphobia: Ketakutan untuk berdiri tegak atau ketakutan untuk berjalan.
  29. Bathophobia: Ketakutan akan kedalaman atau obyek yang lebih tinggi, misalnya gedung pencakar langit atau tebing yang curam.
  30. Belonephobia / Aichmophobia: Ketakutan pada benda-benda yang tajam.
  31. Bibliophobia: Ketakutan bila melihat buku.
  32. Botophobia: Ketakutan pada ruang atau kamar dibawah tanah.
  33. Bromhidrophobia: Ketakutan bila dirinya mengeluarkan bau badan atau takut kepada bau badan orang lain.
  34. Brontophobia: Ketakutan akan suara halilintar.
  35. Bufonophobia: Takut pada katak.
  36. Cancerphobia: Ketakutan akan akan penyakit kanker.
  37. Cheimaphobia / Psycrophobia: Ketakutan bila kedinginan.
  38. Chermatophobia: Ketakutan terhadap uang.
  39. Chromatophobia: Ketakutan akan warna-warna tertentu, misalnya phobia terhadap warna hitam lebih sering dihubungkan dengan phobia terhadap kegelapan (noctiphobia).
  40. Chronophobia: Ketakutan pada suara jam berdentang.
  41. Cibophobia: Takut makan karena takut menjadi sakit akibat kuman yang ada dalam makanan.
  42. Claustrophobia: Ketakutan berada dalam ruangan sempit.
  43. Cleithrophobia: Ketakutan apabila terkunci didalam suatu ruangan.
  44. Clinicophobia: Ketakutan untuk ke dokter atau berobat.
  45. Cremnophobia: Ketakutan berada di tebing yang curam.
  46. Coitophobia: Ketakutan untuk melakukan persetubuhan dengan lawan jenis.
  47. Coprophobia / Mysophobia / Tocophobia: Takut terhadap kotoran.
  48. Crystallophobia / Hyalophobia: Ketakutan terhadap benda-benda yang terbuat dari gelas.
  49. Cynophobia: Ketakutan terhadap anjing.
  50. Demonophobia / Ghostphobia: Ketakutan akan setan-setan.
  51. Diabetophobia: Takut terhadap penyakit diabetes / kencing manis.
  52. Domatophobia / Oikophobia: Ketakutan yang terjadi bila berada didalam rumah.
  53. Doraphobia: Ketakutan yang terjadi bila menjamah bulu binatang.
  54. Dromophobia: Ketakutan untuk mengembara.
  55. Dysmorphophobia / Teratophobia: Takut pada orang cacat.
  56. Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
  57. Erythrophobia: ketakutan akan warna merah.
  58. Entomophobia / Melissophobia: Ketakutan pada serangga.
  59. Ereutophobia: Ketakutan akan rasa malu.
  60. Ergophobia: Takut bekerja.
  61. Erotophobia: Takut akan cinta sexuil.
  62. Eurotophobia: Takut pada alat kelamin wanita.
  63. Galeophobia / Ailurophobia / Gatophobia: Takut akan kucing.
  64. Gamaphobia: Takut akan perkimpoian.
  65. Genophobia: Takut sakit demam panas.
  66. Gephyrophobia / Gephydrophobia / Gephysrophobia: Takut menyeberang jembatan.
  67. Gerontophobia: Ketakutan terhadap usia tua.
  68. Graphophobia: Ketakutan bila melihat tulisan.
  69. Gynaephobia: Perasaan takut kepada wanita.
  70. Hadephobia: Takut akan neraka.
  71. Hamartophobia: Takut akan dosa dan kesalahan.
  72. Hapephobia: Ketakutan terhadap sentuhan fisik.
  73. Hellenologophobia: Takut pada istilah atau terminologi ilmiah rumit dari bahasa Yunani.
  74. Hierophobia: Ketakutan akan barang-barang suci.
  75. Hematophobia: Ketakutan melihat darah.
  76. Heliophobia: Ketakutan bila melihat atau terkena sinar matahari.
  77. Hodophobia: Takut bepergian.
  78. Homichlophobia: Ketakutan pada kabut.
  79. Homophobia: Ketakutan pada orang-orang homo seks.
  80. Hormephobia: Takut pada suatu kejutan.
  81. Hydrophobia / Iyssophobia: Takut pada air.
  82. Hygrophobia: Ketakutan pada tempat yang lembab.
  83. Hylophobia: Ketakutan terhadap hutan.
  84. Hypengyophobia: Ketakutan terhadap tanggung jawab.
  85. Hypnophobia: Ketakutan untuk tidur.
  86. Ichtyophobia: Ketakutan terhadap ikan.
  87. Ideophobia: Ketakutan akan ide-ide.
  88. Iophobia: Ketakutan bila melihat racun.
  89. Kakorhaphiophobia: Takut akan kegagalan.
  90. Kathisophobia: Takut duduk.
  91. Kinesophobia: Takut melihat gerakan-gerakan.
  92. Kleptophobia / Harpaxophobia: Takut pada pencuri atau   perampok.
  93. Linonophobia: Takut akan benang, tali atau senar.
  94. Lygophobia: Takut berada di tempat gelap.
  95. Lyssophobia: Takut bila menjadi gila.
  96. Mastigophobia: Takut pada hukuman.
  97. Merinthophobia: Ketakutan bila diikat.
  98. Metallophobia: Ketakutan terhadap benda-benda logam.
  99. Misophobia: Takut terkena kotoran atau kuman. 
  100. Monophobia: Takut bila ditinggal seorang diri. 
  101. Myctophobia: Takut akan apa-apa yang gelap.
  102. Mythophobia: Takut untuk tertipu.
  103. Necrophobia: Takut terhadap orang mati atau mayat.
  104. Neophobia / Kainophobia: Takut pada segala sesuatu yang baru.
  105. Nyctophobia: Takut gelap atau malam.
  106. Obesitophobia: Ketakutan untuk menjadi gemuk.
  107. Octophobia: Takut pada angka 8.
  108. Odontophobia: Takut pada gigi binatang.
  109. Ombrophobia: Takut pada hujan.
  110. Onemophobia / Phronemophobia: Takut untuk berpikir.
  111. Onomatophobia: Takut mendengar suatu nama tertentu.
  112. Ophidiophobia: Takut akan ular atau binatang melata.
  113. Ophthalmophobia / Scopophobia: Takut dilihat oleh orang lain.
  114. Oneirophobia: Takut pada mimpi.
  115. Ornithophobia: Takut pada burung.
  116. Papyrophobia: Takut pada kertas.
  117. Paraphobia: Takut pada penyimpangan seksual.
  118. Pathophobia / Nosophobia: Takut akan penyakit.
  119. Peccatiphobia: Takut berbuat dosa.
  120. Pedagogiephobia: Takut pada suatu pendidikan.
  121. Pediculophobia: Takut pada binatang kutu.
  122. Pedophobia: Takut berjumpa dengan anak-anak.
  123. Pengophobia: Takut pada siang hari.
  124. Pharmacophobia / Hydrargyrophobia: Takut terhadap berbagai macam obat-obatan.
  125. Photophobia: Takut akan sinar atau cahaya.
  126. Phobophobia: Takut pada phobia.
  127. Phonophobia: Takut pada bunyi atau suara (termasuk suaranya sendiri).
  128. Pnygophobia: Ketakutan akan bayangan kematian tidak dapat bernapas atau tercekik.
  129. Pyrexeophobia / Febriphobia: Takut pada panas.
  130. Pyrophobia: Takut terhadap api.
  131. Rhabdophobia: Takut dipukul.
  132. Rodentiophobia: Takut terhadap tikus.
  133. Scatophobia: Takut pada kotoran atau tinja.
  134. Scelerophobia: Takut pada orang-orang jahat / perampok.
  135. Selaphobia: Takut pada kilat.
  136. Siderodromophobia: Takut pada kereta api, rel atau perjalanan dengan menggunakan kereta api.
  137. Social Phobia: Takut dinilai secara negatif dalam situasi-situasi sosial.
  138. Sociophobia / Ochlophobia / Polyphobia: Ketakutan akan sekumpulan orang.
  139. Surgerophobia: Ketakutan untuk menjalani suatu operasi.
  140. Taphephobia: Ketakutan apabila dikubur hidup-hidup.
  141. Telephonophobia: Takut pada telepon.
  142. Teratophobia: Ketakutan akan melahirkan anak cacat atau anak yang menyerupai monster.
  143. Thalassophobia: Ketakutan terhadap lautan.
  144. Thanatophobia / Thantophobia: Takut pada kematian.
  145. Theophobia: Ketakutan terhadap Tuhan.
  146. Tocophobia / Maieusiophobia: Takut bila melihat kelahiran bayi.
  147. Toxicophobia: Takut akan diracun.
  148. Trichophobia: Ketakutan pada rambut atau bulu.
  149. Triskaidekaphobia: Ketakutan pada bilangan 13.
  150. Ufophobia: Ketakutan akan munculnya makhluk angkasa luar.
  151. Vaccinophobia: Takut di suntik.
  152. Verminophobia: Takut pada kuman.
  153. Vermiphobia / Helminthophobia: Takut pada cacing.
  154. Xenophobia: Ketakutan pada orang asing atau orang dari negara asing. 
  155. Zoophobia: Takut pada binatang.
  dan masih banyak jenis Phobia yang lain. 

Senin, 18 April 2011

Nothin' On You (Remix)

If i told you i was Perfect
I'd be lying
If there's something I'm not doing
Girl I'm trying
I know i''m no Angel
But I'm not so bad
No, no, no, no

If you see me at Party Conversating
That doesn't mean Telephone numbers are exchanging
I know I'm no Angel, Girl
But I'm not so bad
no no no

You should know these
Beautiful girls
All over the world
I could be chasing
But my time would be wasted
They Got Nothing on You
Baby ( Ooh, oh, oh )
Nothing on You Baby

They might say Hi
and I might say Hey
But you shouldn't worry
About What They Say
Cause They Got Nothing on you
Baby ( Ooh, ooh, ooh )
Nothing on You Baby!!

i know you feel where i'm coming from
regardless of the things in my past that i've done
most of it really was for the hell of the fun
on the carousel so around i spun
with no directions just tryna get some (some)
tryna chase skirts, living in the summer sun (sun)
this is how i lost more than i had ever won (won)
and honestly i ended up with none

there's no much nonsense
it's on my conscience
i'm thinking baby i should get it out
and i don't wanna sound redundant
but i was wondering if there was something that you wanna know
(that you wanna know)
but never mind that we should let it go (we should let it go)
cause we don't wanna be a t.v episode (t.v episode)
and all the bad thoughts just let them go (go, go, go, go)

Talking to The Moon

I know you're somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbours think
I'm crazy
But they don't understand
You're all I have
You're all I have

[Chorus:]
At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon
Try to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon?

I'm feeling like
I'm famous
The talk of the town
They say
I've gone mad
Yeah
I've gone mad
But they don't know
what I know
Cause when the
sun goes down
someone's talking back
Yeah
They're talking back

[Chorus:]
At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon
Try to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon?

Ahh...Ahh...Ahh..
Do you ever hear me calling
(Ahh...Ahh..Ahh..)
Ho Hou Ho ho Hou

'Cause every night
I'm Talking to the Moon

Still try to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon?

Ohoooo...

I know you're somewhere out there
Somewhere far away